Palembang 360
Benteng Kuto Besak (BKB) merupakan salah satu tempat bersejarah yang ada di Kota Palembang. Berlokasi didaerah 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang dan terletak di pinggir Sungai Musi. Mempunyai panjang 288,75 meter dan tinggi 9,99 meter serta tebal 1,99meter.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dibangun antara tahun 1821 sampai 1824. Secara khusus menampilkan sejarah kota Palembang mulai dari masa Sriwijaya sampai dengan Kesultanan Palembang.
Masjid Agung Palembang, atau secara resmi bernama Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, adalah masjid terbesar dan utama di Kota Palembang serta Provinsi Sumatera Selatan
Materi
Kota Palembang memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Sriwijaya. Letaknya di sepanjang Sungai Musi menjadikan Palembang sebagai kawasan strategis untuk perdagangan, pemerintahan, dan interaksi antarwilayah. Perkembangan kota kemudian berlanjut pada masa Kesultanan Palembang Darussalam hingga periode kolonial. Berbagai bangunan bersejarah, kawasan permukiman, tempat ibadah, dan pusat pemerintahan yang masih dapat ditemukan hingga saat ini menjadi bukti perkembangan Palembang dari masa ke masa.

Literasi budaya merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, mengenali, menghargai, dan menerapkan pengetahuan tentang budaya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi budaya mencakup pemahaman terhadap nilai, tradisi, sejarah, bahasa, kesenian, dan kebiasaan masyarakat. Kemampuan ini membantu murid memahami identitas budaya serta membangun sikap terbuka terhadap keberagaman budaya di lingkungan sekitar.


Kota Tua Palembang memiliki berbagai peninggalan sejarah yang mencerminkan keragaman budaya dan perjalanan perkembangan kota. Kawasan seperti Sekanak, Masjid Agung Palembang, Benteng Kuto Besak, dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi bagian penting dari warisan sejarah kota. Keberadaan situs-situs tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mendukung kegiatan pariwisata dan pembelajaran sejarah. Pemanfaatannya sebagai sumber belajar dapat membantu murid mengenali hubungan antara sejarah, budaya lokal, identitas masyarakat, dan perkembangan Kota Palembang.

Literasi budaya penting dalam pembelajaran karena membantu murid mengenali dan menghargai warisan budaya di daerahnya. Melalui literasi budaya, murid dapat memahami sejarah, tradisi, nilai sosial, dan identitas masyarakat secara lebih kontekstual. Pemahaman tersebut juga dapat mendorong kepedulian murid terhadap pelestarian budaya lokal serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menghargai keberagaman budaya.