
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan museum sejarah yang berada di kawasan pusat Kota Palembang, tidak jauh dari Benteng Kuto Besak dan Sungai Musi. Museum ini menjadi salah satu tempat penting untuk mempelajari sejarah Palembang karena menyimpan dan menyajikan berbagai benda yang berkaitan dengan sejarah Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam, masa kolonial, serta perkembangan budaya masyarakat Sumatera Selatan.
Bangunan museum memiliki hubungan dengan sejarah Kuto Lama. Menurut informasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, bangunan museum berdiri di atas lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan Benteng Kuto Lama. Kawasan tersebut mengalami perubahan fungsi dalam beberapa periode sejarah, termasuk masa Kesultanan, kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa setelah kemerdekaan.
Museum kemudian berfungsi sebagai ruang untuk menyimpan dan menyajikan berbagai peninggalan sejarah serta budaya Palembang. Koleksi yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran mencakup tekstil, senjata tradisional, pakaian adat, kerajinan, koin, artefak Sriwijaya, dan benda-benda yang berkaitan dengan Kesultanan Palembang.
Museum memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami sejarah melalui benda konkret. Murid tidak hanya membaca narasi sejarah, tetapi dapat menghubungkan suatu artefak dengan fungsi, teknologi, kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat pada masa tertentu. Dengan demikian, museum dapat menjadi sumber pembelajaran sejarah sekaligus sumber penguatan literasi budaya.